Jumat, 04 Juli 2008

Enjoy Life

"Poppy mah anteng2 wae"
Kadang2 aku cuma senyum2 doang mendengar celetukan orang2 selama di Immanuel. Semua orang merasa muka ku ini tampak datar2 saja, tenang, dan lempeng2 aja, kayak orang yang kurang beban atau tak punya beban (ntahlah banyak istilah lain yg tak tersebut).

Benarkah? Gak lah! Kalau hidupku lempeng2 aja, mungkin ga ada lagi yang namanya air mata, ga ada lagi kemarahan, ataupun emosi.

Aku masih menangis kok, masih sering sedih, tapi sekarang lebih rasional, kalau life must go on. Dan berusaha tegar apapun itu masalahnya.

Pendidikan yang aku jalani sekarang juga ga semulus yang dibayangkan. Kadang2 aku masih sering mengeluh dan menangis. Boleh dibilang mama paling tau banget soal ini. Bagaimana aku berjuang, bagaimana aku jatuh, bagaimana aku mengeluh dan kekecewaan juga dan berapa banyak air mata untuk sekolah. Tapi aku selalu bersyukur, setidaknya aku masih bisa sekolah sampai saat ini. Belum lagi kekhawatiran yang terus ada dipikiranku, mau jadi apa habis sekolah? mau kerja dimana? dan so on.. so on.. so on..

Hubunganku dengan Ciskus juga ngga semulus yang dibayangkan orang2. Ga sebaik yang orang pikirkan. Hubungan ini banyak jatuh bangunnya. Banyak air mata juga, banyak emosi, sampai saat ini kami pun masih berjuang untuk tetap berjalan bersama. Orang2 selalu bertanya2, kapan ya Ciskus berantem dgn Poppy? Kok terlihat senang mulu.. Hmmm... Ga mungkinlah! Bahkan boleh dibilang, mungkin hubungan kami paling banyak berantemnya, hehehe . Air mata juga banyak diantara kami, kemarahan dan mungkin terkadang kekecewaan. Tapi aku selalu berpikir, ya buat apa orang lain harus tau. Tapi kalau udah ga sanggup lagi menyimpannya, aku masih berlari mengadu ke orang lain kok. Jadi ga seharmonis yang dipikirkan orang2 kok.

Kalau dipikir2, masalah, beban, ga akan ada habisnya. Tapi aku selalu berpikir, hidup ini masih terlalu indah, jadi buat apa dirusak dengan hal2 yg sedih. Satu hal yang selalu menguatkanku adalah Tuhan Yesus. Dalam keterpurukan, dalam kesedihan, aku selalu percaya, ada yang sangat mengasihiku, ada yang selalu mendengar seru doaku, tangisanku, dan bahkan memberkatiku.


Tiada yang seperti Engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup menjawab
semua seru doaku

Tiada yang seperti Engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup melawan
Seluruh kehidupannku

Aku percaya,
Tuhanku ajaib
Kau turun tangan
memulihkanku

Aku percaya
Tuhanku dahsyat
Kau turun tangan

memberkatiku


Saat ini beban memang masih berpihak kepadaku, tapi didalam kesulitan selalu ada penghiburan. Bahkan disaat hatiku masih hancur, remuk, redam, aku masih bisa tersenyum sampai saat ini.

1 comments:

den mengatakan...

sip!