Rabu, 25 Juni 2008

Iman dan Rasional

Sambil menanti jam 7 pagi, ada satu buku menarik disekitarku. Akhirnya iseng2, baca2 buku tersebut. Buku ini terlihat sederhana, dan biasa digunakan sebagai buku "sharing" untuk dokter2 dan perawat di Rumah Sakit Immanuel. Ada satu bagian yang menarik ketika aku mulai memilih bagian untuk dibaca. Bagian ini juga mengingatkanku pada diskusi menarik oleh seorang Apoteker dengan seorang pasien kanker kemaren.

Ketika kita bertanya kepada pasien kanker yang sudah tidak bisa disembuhkan tetapi mengalami muzizat karena penyakit kankernya hilang, si pasien barangkali akan menjawab "Saya telah menyerahkan segalanya kepada Tuhan dan Dialah yang menyembuhkan Saya ." Aku sempat berpikir " Kalau Tuhan dapat menyembuhkan kanker, mungkin dokter2 perlu memasang papan pengumuman di depan kliniknya " Pasrahkan diri Anda pada Tuhan. Anda tidak memerlukan dokter . "

Aku teringat pada satu buku yang juga secara tak sengaja terbaca di RS ini juga, wkwkkwkw.. buku ini ditulis oleh dr.Bernie Siegel, Love, Medicine and Miracles : Jika kasih Tuhan dapat menyembuhkan manusia, mengapa saya harus menjadi seorang dokter bedah? Bukankah akan lebih baik bila saya mengajarkan kepada setiap pasien untuk saling mencintai?"

Akhirnya aku menemukan satu ulasan yang cukup menarik untuk menjawab dilema diatas dari buku yang tak sengaja aku baca ini.

Seorang pasien kanker diberitahu dokter bahwa dia akan meninggal satu jam lagi. Kemudian si pasien berlari ke jendela dan berteriak, "Tuhan selamatkan Aku!" Kemudian tedengar jawaban "Jangan khawatir AnakKu. Aku akan menyelamatkan engkau!" Kemudian si pasien tersebut kembali tidur dan beristirahat dengan tentram.

Dokter bedah kembali datang dan menyampaikan " Jika kamu mau dioperasi dalam waktu satu jam ini, kamu akan sembuh." Si pasien kemudian menjawab " Tidak! Tuhan akan menolongku!". Kemudian datang lagi ahli onkologi dan ahli gizi yang ingin membantunya, tetapi dia tetap saja menolaknya, dan berkata "Aku tidak butuh dokter, karena Tuhan akan menyelamatkanku!"

Dalam waktu satu jam, akhirnya si pasien tersebut meninggal. Ketika sampai di sorga, dia datang ke Tuhan dan berkata " Tuhan apa yang terjadi padaku? Tuhan mengatakan akan menyelamatkanku, tetapi aku sekarang ada disinim berarti aku telah meninggal. "

"Kamu bodoh! " Jawab Tuhan. "Aku telah mengirimkan dokter bedah, dokter ahli onkologi, radiologi, terapist dan nutrisionis. Mereka semua merupakan teknisi yang berperan dalam kesembuhanmu. Aku memberikan anugerah penyelamatan dan jalan bagi doamu sebagaimana diutarakan dalam kitab suci. "


Selama di Rumah Sakit, banyak pasien yang sangat "berpasrah" pada Tuhan, sampai lupa masih ada "Ora et Labora." Dan mereka lupa, dokter, perawat, apoteker, mungkin bisa jadi wakil Tuhan untuk melayani mereka.




Dedicate for my beloved uncle who is fighting his heart diseases.
God Moves in a Mysterious.




Love u'
Poppy


Senin, 23 Juni 2008

Kungfu Panda






Akhirnya sukses juga nonton "Kungfu Panda" bareng Mona dan Paulus. Ciskus sampai harus beli tiket beberapa jam sebelumnya, dan penonton terus membludak, ngantri, dan tiket tetap saja habis. Berhubung sekarang lagi musim liburan, film2 juga lagi premier, bioskop jadi rame banget.

Secara keseluruhan salah satu film animasi yang sederhana, dan banyak pesan moralnya. Kungfu Panda dikemas dengan kocak, menghibur habis-habisan, tetapi sangat humanis, dan sarat pesan-pesan filsuf China ala Kung Fu. Semua penonton sangat mengapresiasi film ini dengan tepuk tangan.

Banyak pesan yang bisa dibawa pulang habis nonton film ini, satu yang menarik dari cerita film ini, bahwa tidak ada resep rahasia masakan yang enak, tidak ada resep rahasia kung fu untuk menjadi Pendekar Naga, karena rahasia itu sebetulnya ada di dalam diri sendiri. Po, sejak kecil memimpikan menjadi pendekar kung fu (tidak pernah memimpikan menjadi tukang mie seperti bapaknya). Sejalan dengan perkataan Oogway, “There are no accident”, tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini, semua sudah serba diatur dan direncanakan, baik itu oleh Tuhan maupun oleh manusia itu sendiri.

Ada satu quote yang menarik " Yesterday is a history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That's why it is called a present" Oogway said. Mengingatkan kembali untuk tidak menyesali masa lalu dan tidak perlu khawatir akan masa depan, intinya bersyukur saja setiap hari. Belief, Be your self and Just Do It.

Film ini mengambil setting yang sangat sederhana, hanya seputar kuil, desa, bukit dan tempat Tai Lung dipenjara, sederhana sekali. Tapi karakter tokoh pada film ini terlihat kuat dan ekspresif pada setiap dialognya.

Film sederhana buat menghilangkan stress..

Over all, 9 bakpau / 10 bakpau untuk film ini..
wkkwkwkkww...



Love ya'
Ciskus & Poppy

Jumat, 20 Juni 2008

Konser Glenn Fredly




Akhirnya, kesampaian juga nonton konser Glenn. Kami nonton bareng Paulus dan Mona, dan teman Mona, namanya Etha. Sebelum konser, kami memutuskan untuk mengisi perut dulu, berhubung akan sampai malam, perut pasti lapar. Kantin Cowboy yang di Cisitu Indah jadi pilihan, untuk mempersingkat waktu.

Jam 19.00 Wib, kami beranjak menuju Hanggar. Awalnya agak aneh memasuki lokasi konser, tapi begitu tiba di sana, ternyata rame juga. Sekitar jam 20.15 akhirnya Glenn muncul, hore!!.. Kemunculannya dalam bentuk siluet, panggung ditutup dengan tirai putih, tapi disorot dari LCD, keren juga. Penontonnya juga cukup rame. Performance Glenn juga oke banget. Suaranya juga oke.

Beberapa hal yang kami suka dari konser Glenn ;
  • Glenn benar2 entertain banget, he knows how to perform. Aksi panggunnya oke banget, penonton ga akan bosan deh. Kematangan Glenn terlihat sekali dalam penguasaan panggungnya, komunikasi dgn penonton juga. Jarang sekali penyanyi bisa tampil di panggung yang besar.
  • Glenn buka recording singer, hehehhehe. Kualitas vokalnya oke punya, improvisasinya juga variatif.
  • Guest starnya yang buat heboh, huhuhuh, ada Tompi, trus Iwa K, dan one of Saba's Family, gua lupa namanya, eh, ada Rejos juga sih.
  • Panitia konser berusaha membuat penonton senyaman mungkin, hmm..
  • Penontonnya asyik, semuanya emang pengen nonton konser dan nyanyi2.
  • Apa lagi ya? hmmm... over all, asyik berat. Saya mau lihat Glenn lagi.
Kl yg ga disuka di konser Glenn kemaren,
  • Salah posisi berdiri, wkwkkwkww. Terlalu dekat ke sound system, ya masalah klise deh, sound.. and sound. Harusnya rada ke tengah dikit, kayanya pas deh.
  • Ga boleh bawa air mineral, hiksss. Padahal kan mau nyanyi2, alhasil, tenggorokanku kering abis dah.
  • hmm, itu doang, makanya gua bilang konsernya asyik berat.
Btw, ada cerita lucu, ternyata mahluk2, ini nonton juga, tapi kami tak bertemu.

Sekian liputan konsernya,
Sedang menanti konser berikutnya yang terjangkau, wkkwkwkww..





Love ya'
Ciskus & Poppy

On week : Rapel

Setelah sekian lama tanpa tulisan tentang kegiatan di Immanuel, mungkin karena sok sibuk juga, hehehe, atau saya juga bingung mau cerita apa. Hmm.. untuk mempersingkat, bagaimana kalau di rapel saja? Setuju? Ya setuju dong..

Akhirnya menuju hari ke -21, ga terasa banget, setelah berhenti menghitung hari dan memutuskan menikmati setiap harinya, ternyata hari2 cepat berlalu juga.

9 - 11 Juni ' 08 @ Satelit DC 3
Satelit ini letaknya di lantai 3, Gedung Pusat Diagnostik. Penghuni tetapnya adalah Bu Etin (sebagai pengatur) dan bu Lydia sebagai staffnya.Saya menikmati tempat ini, karena ibu-ibunya baik2, trus banyak makanan, khususnya donat buatan Bu Lydia yg asyik berat, huhuuh, dan tentunya tidak terlalu banyak resep (hahahahhaa).Satelit ini khusus buat Ibu2 yang hobby dagang, semua didagangin mulai dari donat, sepatu, tas sampai sepatu bayi juga. Mereka juga mengelola kegiatan arisan, hahhahaa.

12 - 14 Juni' 08 @ Satelit Rawat Inap
Usai sudah kenikmatan bersantai selama 3 hari di DC 3, akhirnya saya masuk ke satelit ini. Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, di tempat ini benar2 melelahkan. Apalagi dalam kondisi banyaknya AA yang cuti saat itu. Dalam 8 jam ada sekitar 400 an resep yang harus dikerjakan dengan jumlah orang 5 orang.Tapi saya menikmati tempat ini, karena kebetulan orang2 yang dinas asyik2, hehehe. Oh ya, di tempat ini ada ciri khas, kalau jam makan siang diatur berdasarkan senioritas, wkwkkkww.. Jadi kalau mau makan harus bergiliran dimulai dari penanggung jawab, pengatur dan pegawai senior, dan dilanjutkan pegawai baru beserta anak2 yg lagi praktek. Ciri khas yang lain adalah, Ibu pengatur di satelit ini selalu tidak rela kalau anak praktek undur diri untuk pulang, wkwkwkkww. Wajahnya selalu terlihat tak rela, tapi maaf ya Bu, saya harus pulang, besoi saya lanjutkan lagi deh, wkwkwkkww.


15 - 17 Juni '08 @ Satelit Askes
Ini adalah satelit yang paling saya tunggu2, wkwkwkw. Satelit ini benar2 tempat beristirahat. Ya harap maklum,berhubung ii RS swasta jadi pasien2 Askes tidak terlalu banyak. Kegiatan paling banyak disini adalah kegiatan administrasi. Untuk satu resep aja, administrasinya banyak amat. Kalau administrasi ga lengkap, penagihan ke Askes akan sangat sulit. Di hari ketiga, kami diundang untuk mengikuti pertemuan klinik siang. Pertemuan klinik siang adalah, pertemuan yang diadakan oleh dokter2 di RS untuk membahas satu kasus yang menarik dan dipresentasikan serta ada sesi diskusi. Pertemuan ini biasa dihadiri dokter2 di RS, Apoteker, perawat serta mahasiswa Coas dari FK, Farmasi dan Keperawatan. Tema minggu ini adalah, Deep Vein Trombosis ( Sumbatan Vena Dalam). Berhubung ini kasus dalam dunia kedokteran, pertemuan ini banyak menggunakan istilah2 patologi dan istilah kedokteran lainnya, yang membuat aku pusing, ahhaa. Tak apalah, minimal bisa ngeceng diantara para coas dan residen lainnya, hahhaa. Dan tentunya menikmati konsumsinya yang oke punya.


Demikianlah, 3 Satelit yang dirapel sekaligus, hehehe. Over All, saya lebih menikmati setiap hari sekarang. Selalu saja ada hal baru yang bisa dipelajari. Tidak harus seputar obat, masalah sikap bekerja, berkomunikasi, pasien, manajeman RS, dll. Dan saya mulai tertarik untuk belajar tentang Rumah Sakit lebih lanjut lagi, amin.. ya amin.


Love ya'
Poppy